Kepala SRT 58 Apresiasi Pembinaan Silat, Siswa Diajak Temukan Jati Diri dan Bangun Karakter
- account_circle Kabiro Kalteng
- calendar_month 1 jam yang lalu
- visibility 8
- comment 0 komentar
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

SAMARINDA //Mediasuarakaltim.id – Suasana berbeda terlihat di Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 58 Kalimantan Timur, Senin (15/6/2026). Puluhan siswa tampak antusias mengikuti sesi motivasi dan pembinaan karakter yang diberikan Kapten Inf Imam Nawawi, Kepala Penerangan Korem (Kapenrem) 091/Aji Surya Natakesuma sekaligus Ketua Cabang PSTD Persatu 79 Samarinda. Kegiatan yang merupakan hasil kerja sama PSTD Persatu 79 Samarinda dengan SRT 57 dan SRT 58 Samarinda itu bertujuan membantu siswa mengenali potensi diri, membangun karakter, serta menemukan jati diri melalui nilai-nilai yang terkandung dalam seni bela diri pencak silat.
Kepala SRT 58 Kalimantan Timur, Rabiatul Adawiyah, menyampaikan apresiasi atas kehadiran Imam Nawawi dan tim yang telah memberikan pembinaan kepada para siswa. Menurutnya, kegiatan tersebut sejalan dengan tujuan Sekolah Rakyat yang tidak hanya berfokus pada pendidikan akademik, tetapi juga pembentukan karakter dan mental peserta didik.
“Kami sangat mengapresiasi kehadiran Bapak Imam Nawawi yang telah memberikan motivasi dan pembinaan kepada anak-anak. Kegiatan seperti ini sangat bermanfaat untuk menumbuhkan kedisiplinan, kepercayaan diri, dan semangat mereka dalam meraih cita-cita,” ujarnya.
Rabiatul mengatakan, siswa Sekolah Rakyat membutuhkan berbagai pengalaman belajar yang dapat memperkuat karakter sekaligus membantu mereka mengenali kemampuan yang dimiliki. Karena itu, kolaborasi dengan berbagai pihak dinilai penting untuk mendukung tumbuh kembang peserta didik secara menyeluruh.
Menurutnya, kehadiran figur inspiratif yang mampu berbagi pengalaman hidup dan memberikan motivasi akan menjadi bekal berharga bagi anak-anak dalam menatap masa depan.
Sementara itu, Imam Nawawi menegaskan bahwa pencak silat bukan sekadar seni bela diri. Di dalamnya terdapat nilai-nilai pendidikan yang mampu membantu seseorang memahami dirinya sendiri, mengembangkan potensi, serta membentuk kepribadian yang kuat.

“Semua orang bisa mencapai kesuksesan ketika menemukan seni dalam hidupnya. Ketika seseorang menemukan apa yang dia sukai lalu menekuninya dengan sungguh-sungguh, dia akan menjalani proses itu dengan penuh semangat,” katanya.
Ia menjelaskan, silat memiliki tiga unsur utama yang tidak dapat dipisahkan, yakni aspek fisik, seni, dan spiritual. Ketiga unsur tersebut menjadi sarana pembelajaran yang efektif dalam membangun kedisiplinan, pengendalian diri, tanggung jawab, serta penghormatan terhadap sesama.
Menurut Imam Nawawi, salah satu tujuan utama pembelajaran silat adalah membantu seseorang mengenali dirinya sendiri. Dari proses tersebut lahir rasa percaya diri, kemampuan mengelola emosi, dan keberanian menentukan arah hidup.
“Silat bukan hanya mengajarkan gerakan atau teknik bertarung. Yang lebih penting adalah bagaimana anak-anak belajar mengenali dirinya, memahami potensinya, dan memiliki tujuan hidup yang jelas,” ujarnya.
Ia menambahkan, pendekatan tersebut sangat relevan diterapkan kepada anak-anak dan remaja yang tengah berada dalam fase pencarian jati diri. Melalui latihan yang disiplin dan berkelanjutan, mereka dibimbing menjadi pribadi yang tangguh, berintegritas, dan mampu menghadapi berbagai tantangan kehidupan.
“Kegiatan pembinaan ini diharapkan menjadi salah satu upaya memperkuat pendidikan karakter di lingkungan Sekolah Rakyat. Selain memperoleh motivasi dan wawasan baru, para siswa juga diharapkan semakin percaya diri untuk mengembangkan potensi yang dimiliki serta berani meraih cita-cita di masa depan,” pungkasnya.
Penulis: GB
- Penulis: Kabiro Kalteng

Saat ini belum ada komentar